Sejak dalam kandungan, Reyhan bayi berumur 8 bulan telah didiagnosa mengalami hydrosephalus. Malangnya, sang Bunda mengetahui hal tersebut setelah usia kandungannya 6 bulan dan saat usia kandungannya mencapai 8 bulan, Reyhan harus segera dilahirkan. Setelah proses operasi caesar selesai dilakukan, dalam kurun waktu 4 hari Reyhan kemudian menjalankan operasi pertamanya.
Reyhan, seorang bayi yang kuat. Hingga saat ini, ia telah menjalani 3 kali operasi untuk mengeluarkan cairan CSF yang ada di kepalanya.
Anak kedua dari dua bersaudara tersebut menghabiskan setidaknya 6 juta rupiah setiap dirawat di rumah sakit yang inapnya mencapai 3 bulan. Meskipun menggunakan BPJS, semua biaya tidak dapat di-cover oleh BPJS.
Sang Bunda hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang Ayah adalah pengemudi jasa mobil online. Mantan mekanik salah satu brand motor terkenal asal Jepang tersebut terpaksa harus melepaskan pekerjaannya karena harus menemani Reyhan selama berbulan-bulan di rumah sakit dikarenakan sang Bunda masih dalam kondisi lemah pasca operasi caesar.
Tinggal di salah satu kawasan terpencil di Depok, Reyhan, Vachri (kakak dari Reyhan) dan orang tuanya masih menumpang di rumah orang tua sang Bunda. Dililit hutang karena biaya yang dikeluarkan untuk perawatan Reyhan tidak sedikit, kedua orang tua Reyhan mulai berhenti untuk meminjam dana kepada orang lain.
Kepala Reyhan semakin membesar karena operasi lanjutan belum dilaksanakan dikarenakan ketiadaan dana. Selain itu, kejang sering dialami oleh Reyhan biasanya ketika malam hari. Menurut dokter dan perawat Rumah Sakit Fatmawati, Reyhan harus segera dibawa ke rumah sakit jika mengalami kejang tetapi karena keterbatasan biaya maka ia belum dibawa ke rumah sakit hingga saat ini.
Meskipun dirawat di rumah, orang tua Reyhan masih berupaya menebus obat yang terjangkau untuk Reyhan. Obat saraf yang seharusnya menjadi obat wajib pun tidak mampu ditebus dikarenakan harganya cukup menguras kantong berkisar Rp 250.000-350.000.
Reyhan tidak diperbolehkan untuk diberikan makanan karena akan mengganggu tubuhnya ketika makanan masuk ke dalam tubuhnya. Susu formula menjadi andalan Reyhan, sejak usia beberapa minggu. Asi sang Bunda hanya keluar beberapa minggu saja setelah itu kering. Kebutuhan akan susu formula yang tinggi ditambah seharusnya Reyhan mengonsumsi susu formula khusus namun lagi-lagi hal tersebut urung dilakukan karena keterbatasan dana yang dimiliki.
Menurut dokter yang menanganinya, Reyhan harus menjalani satu kali operasi lagi untuk mengeluarkan cairan CSF di kepalanya. Jika cairan tersebut tidak bertambah dan normal, Reyhan diharuskan melakukan operasi lanjutan untuk merekonstruksi bagian kepalanya.
Setelah melakukan fundraising selama hampir satu bulan, alhamdulilah dana terkumpul untuk biaya pengobatan Reyhan terkumpul sebesar Rp 7.100.000,00.
Dana tersebut sudah disalurkan kepada Mba Novi (Bunda Reyhan) dan segera akan digunakan pada pertengahan Bulan Juli untuk melakukan operasi pengeluaran cairan di kepala Reyhan.
Ketika saya berkunjung ke kediaman Reyhan, ada perkembangan dari Reyhan selayaknya bayi pada umumnya. Reyhan bayi yang hampir berusia 9 bulan kini memiliki 2 gigi di depan bagian bawah. Sang Bunda berkata bahwa Reyhan sempat mengalami panas yang tinggi ketika pertumbuhan giginya tersebut.
Ucap syukur tak pernah berhenti dari kedua orang tua Reyhan, bagaiamana tidak? Reyhan selalu menunjukkan kekuatannya, hingga sampai saat ini.
Akibat tumbuhnya gigi tersebut, Reyhan cenderung kurus dikarenakan sedikitnya susu yang dia konsumsi. Hal lain yang membuat saya terenyuh ketika Sang Bunda mengatakan bahwa mereka senang akhirnya Reyhan kembali menangis selayaknya bayi pada umumnya.
Terima kasih, Dek Reyhan. Saya jadi memahami bagaimana caranya untuk bertahan dan mensyukuri nikmat kesehatan yang seringkali diabaikan. Bunda dan Ayah Reyhan...sosok orang tua yang begitu tabah, juga pekerja keras untuk memberikan yang terbaik, ya dengan harapan Dek Reyhan bisa pulih seutuhnya. Bukankah itu cobaan yang berat? Ya, bagi yang tidak menyadari hal tersebut akan dimaknai sebagai sesuatu yang berat. Namun, lagi-lagi Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya.
MasyaAllah Tabarakallah.
Akhirnya rilis juga, tulisan ini sudah mengendap lama...beberapa hari setelah bertemu dengan Dek Reyhan sebenarnya sudah selesai dan siap untuk dirilis. Namun, terhambat karena ke-tidak-konsisten-an saya dalam menulis hahaha:(
Reyhan saat pertama kali saya mengunjunginya (10 Juni 2017) |
Reyhan, seorang bayi yang kuat. Hingga saat ini, ia telah menjalani 3 kali operasi untuk mengeluarkan cairan CSF yang ada di kepalanya.
Anak kedua dari dua bersaudara tersebut menghabiskan setidaknya 6 juta rupiah setiap dirawat di rumah sakit yang inapnya mencapai 3 bulan. Meskipun menggunakan BPJS, semua biaya tidak dapat di-cover oleh BPJS.
Sang Bunda hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan sang Ayah adalah pengemudi jasa mobil online. Mantan mekanik salah satu brand motor terkenal asal Jepang tersebut terpaksa harus melepaskan pekerjaannya karena harus menemani Reyhan selama berbulan-bulan di rumah sakit dikarenakan sang Bunda masih dalam kondisi lemah pasca operasi caesar.
Tinggal di salah satu kawasan terpencil di Depok, Reyhan, Vachri (kakak dari Reyhan) dan orang tuanya masih menumpang di rumah orang tua sang Bunda. Dililit hutang karena biaya yang dikeluarkan untuk perawatan Reyhan tidak sedikit, kedua orang tua Reyhan mulai berhenti untuk meminjam dana kepada orang lain.
Kepala Reyhan semakin membesar karena operasi lanjutan belum dilaksanakan dikarenakan ketiadaan dana. Selain itu, kejang sering dialami oleh Reyhan biasanya ketika malam hari. Menurut dokter dan perawat Rumah Sakit Fatmawati, Reyhan harus segera dibawa ke rumah sakit jika mengalami kejang tetapi karena keterbatasan biaya maka ia belum dibawa ke rumah sakit hingga saat ini.
Meskipun dirawat di rumah, orang tua Reyhan masih berupaya menebus obat yang terjangkau untuk Reyhan. Obat saraf yang seharusnya menjadi obat wajib pun tidak mampu ditebus dikarenakan harganya cukup menguras kantong berkisar Rp 250.000-350.000.
Reyhan tidak diperbolehkan untuk diberikan makanan karena akan mengganggu tubuhnya ketika makanan masuk ke dalam tubuhnya. Susu formula menjadi andalan Reyhan, sejak usia beberapa minggu. Asi sang Bunda hanya keluar beberapa minggu saja setelah itu kering. Kebutuhan akan susu formula yang tinggi ditambah seharusnya Reyhan mengonsumsi susu formula khusus namun lagi-lagi hal tersebut urung dilakukan karena keterbatasan dana yang dimiliki.
Menurut dokter yang menanganinya, Reyhan harus menjalani satu kali operasi lagi untuk mengeluarkan cairan CSF di kepalanya. Jika cairan tersebut tidak bertambah dan normal, Reyhan diharuskan melakukan operasi lanjutan untuk merekonstruksi bagian kepalanya.
Setelah melakukan fundraising selama hampir satu bulan, alhamdulilah dana terkumpul untuk biaya pengobatan Reyhan terkumpul sebesar Rp 7.100.000,00.
Dana tersebut sudah disalurkan kepada Mba Novi (Bunda Reyhan) dan segera akan digunakan pada pertengahan Bulan Juli untuk melakukan operasi pengeluaran cairan di kepala Reyhan.
Ketika saya berkunjung ke kediaman Reyhan, ada perkembangan dari Reyhan selayaknya bayi pada umumnya. Reyhan bayi yang hampir berusia 9 bulan kini memiliki 2 gigi di depan bagian bawah. Sang Bunda berkata bahwa Reyhan sempat mengalami panas yang tinggi ketika pertumbuhan giginya tersebut.
Ucap syukur tak pernah berhenti dari kedua orang tua Reyhan, bagaiamana tidak? Reyhan selalu menunjukkan kekuatannya, hingga sampai saat ini.
Akibat tumbuhnya gigi tersebut, Reyhan cenderung kurus dikarenakan sedikitnya susu yang dia konsumsi. Hal lain yang membuat saya terenyuh ketika Sang Bunda mengatakan bahwa mereka senang akhirnya Reyhan kembali menangis selayaknya bayi pada umumnya.
Terima kasih, Dek Reyhan. Saya jadi memahami bagaimana caranya untuk bertahan dan mensyukuri nikmat kesehatan yang seringkali diabaikan. Bunda dan Ayah Reyhan...sosok orang tua yang begitu tabah, juga pekerja keras untuk memberikan yang terbaik, ya dengan harapan Dek Reyhan bisa pulih seutuhnya. Bukankah itu cobaan yang berat? Ya, bagi yang tidak menyadari hal tersebut akan dimaknai sebagai sesuatu yang berat. Namun, lagi-lagi Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya.
MasyaAllah Tabarakallah.
Akhirnya rilis juga, tulisan ini sudah mengendap lama...beberapa hari setelah bertemu dengan Dek Reyhan sebenarnya sudah selesai dan siap untuk dirilis. Namun, terhambat karena ke-tidak-konsisten-an saya dalam menulis hahaha:(
Comments
Post a Comment